Hobisaya waktu kecil adalah membuat cerita bergambar yang saya nikmati sendiri hehe Mungkin kalau anak zaman sekarang hasil karyanya lebih mudah di publish dan dikenal karena sudah ada fasilitas pendukungnya, selain itu saya juga senang membuat vinyet, yang seusia saya pasti tau apa itu vinyet.
Hinggasekarang, cerita bergambar atau komik yang berasal dari negeri sakur tersebut sudah mempunyai banyak fanatisme di berbagai pelosok dunia. gambar kartun menggapai cita cita. 10 half up braid hairstyles ide. Uefa champions league final mov. Selain itu kenapa materi pembelajaran dijenjang pendidikan sd ke smp.
Mimpi impian, cita-cita. Ketika ditanya soal hal ini, kebanyakan orang terdiam dan tidak dapat menjawab pertanyaan: "Apa cita-citamu?". Jika kamu salah satunya, maka belum terlambat untuk
Sumberilustrasi: Unsplash. Meraih Cita-cita. Karya Siti Rusmini. Di suatu Desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga tersebut dikepalai oleh Pak Rapi'i, keluarga yang beranggotakan lima orang anak dan satu orang istri yang sangat baik yaitu bernama Ayumah.
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. MELEWATI BERBAGAI RINTANGAN UNTUK MENGGAPAI MIMPI, HARAPAN DAN CITA-CITA Oleh Fadhilah Nainggolan* Setiap manusia pasti memiliki banyak mimpi, harapan dan cita-cita dalam menjalani kehidupannya. Setiap langkah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan setiap aktivitas dijadikan motivasi dalam menggapai impiannya. Menjadi yang lebih baik lagi, serta menggenggam kesuksesan di masa depan adalah impian terbesar setiap manusia. Kehidupan yang sulit, hidup yang dihadapi penuh dengan lika-liku, menjadi orang kalangan bawah, bukanlah menjadi penghalang bagi saya untuk menggapai banyak impian,harapan dan cita-cita yang sejakkecil sudah saya impikan. Saya seorang gadis remaja yang mempunyai impian begitu besar, impian yang tak kalah hebatnya dengan orang sukses lainnya di luar sana. Kelak ketika saya dewasa saya ingin menjadi orang yang berhasil, orang yang memiliki masa depan yang cemerlang, dapat berguna bagi orang lain, serta menggapai salah satu tujuan yang begitu mulia yang pastinya dimiliki setiap anak yaitu membahagiakan orang tua di masa tua nya kelak. Berasal dari keluarga yang sangat sederhana di sebuah perkampungan yang semua masyarakatnya dari berbagai macam golongan dan berbagai kriteria sikap dan kepribadian. Di kampung inilah saya, ibu, dan 2 saudara kandung saya menjalani pahitnya kehidupan. Sejak kecil saya sudah diajarkan sulitnya mencari uang oleh seorang ibu yang begitu luar biasa tanggung jawabnya. Di kampung saya ini banyak dijumpai anak kecil yang seusia dengan saya yang mana mereka memiliki banyak waktu untuk bermain setelah pulang sekolah. Namun, hal itu berbeda dengasn saya. Sejak duduk di bangku SD saya mencari uang bersama dengan ibu. kami bekerja sebagai pemulung pengutip barang-barang bekas. Memulung memang pekerjaan yang rendah dan terhina. Namun, saya tak merasa malu karena mulung adalah pekerjaan yang halal. Mungkin karna usia saya yang masih terlalu kecil sehingga saya belum mengerti apa arti kata malu. Saya menjalani aktivitas ini dengan penuh semangat. Berjalan di pinggiran jalan dengan terik panasnya sinar matahari, sinarnya yang begitu dahsyat dapat membakar kulit halus seorang anak yang semangatnya berkobar-kobar seperti api. Seorang anak kecil yang perasaannya masih labil dan tidak tetap. Terkadang saya malu dan merasa sedih ketika banyak teman yang menggatakan saya sebagai pemulung atau tukang botot. Tetapi ketika anak-anak yang orangtuanya lengkap dan hidup dengan serba kecukupan mengatakan seperti itu, saya hanya diam dan mengadu di pangkuan ibu saya. Bahkan ketika saya mulung saat itu saya melihat ada banyak teman yang sedang asyik bermain secepatnya saya berlari mencari tempat sembunyi agar mereka tidak melihat. Walau memulung bukan berarti saya meninggalkan tugas sebagai pelajar. Saya harus tetap belajar, mendapatkan nilai rapot yang baik dan melanjutkan ke sekolah menengah pertama SMP di salah satu sekolah negeri yang telah menjadi salah satu sekolah favorit di daerah kampung saya adalah mimpi dan harapan ketika saya masih SD. Saya menamatkan SD pada tahun 2008, dan pada saat itu NEM yang saya terima tidak memungkinkan saya untuk masuk ke SMP favorit itu. Hal ini mungkin karena saya bukan termasuk salah satu siswi yang pintar, siswi yang tidak memiliki prestasi yang bagus di masa sekolah SD dulu. Namun, karena besarnya harapan saya untuk bersekolah di SMP itu, lagi-lagi ibu saya berusaha sebisa mungkin agar anaknya bisa menjadi salah satu siswi di sekolah favorit. Akhirnya, dengan usaha seorang ibu, saya dapat masuk ke sekolah itu dengan jalan membeli bangku tambahan. Begitu besar pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang ibu sepanjang jalan yang tiada putusnya. Menjalani hari-hari menjadi seorang siswi SMP. Saya tak meninggalkan aktivitas sebagai pemulung. Namun, dengan bertambahnya usia rasa malu saya mulai timbul dan saya mengerti apa arti kata malu. Dengan usia yang mulai beranjak remaja saya sudah mengerti betapa besarnya peran dan tanggung jawab ibu dalam keluarga kecil kami. Beliau seorang ibu sekaligus seorang Ayah, beliau yang bekerja sendiri karna sejak saya SD Ayah dan ibu sudah bercerai. Ayah meninggalkan kami tanpa memikirkan anak-anaknya yang masih membutuhkan banyak biaya dan kasih sayang serta perhatian darinya. Di samping sebagai pemulung, ibu saya juga bekerja sebagai buruh rumah tangga di rumah-rumah orang berada. Terkadang di waktu libur saya membantu ibu menyelesaikan tugasnya agar cepat selesai dan kami dapat melakukan aktivitas lainnya. Bagi saya waktu adalah uang, setiap menitnya waktu yang terbuang sama saja kita membuang atau menghamburkan uang begitu saja. Orang mana yang mau membuang uangnya begitu saja. Dan waktu adalah pedang, jika kita lalai dalam waktu maka pedang itu sendiri yang akan menebas kita. Jalanilah kehidupan ini dengan segala aktivitas yang bermanfaat dan positif, jangan sia-siakan waktu mengalir begitu saja tanpa menghasilkan manfaat bagi kita dan orang lain. Salah satu SMA negeri yang menjadi favorit semua orang di kalangan itu menjadi motivasi saya untuk lebih giat belajar. Salah satu sekolah yang melahirkan siswa siswi berprestasi dan menghasilkan generasi masa depan yang kelak bermanfaat bagi bangsa dan negara. Hanya dengan generasi muda yang cerdas dan berprestasilah bangsa dan negara ini akan tetap kokoh, masa depan bangsa dan Negara di tangan generasi emas Indonesia. Menjadi seorang wanita bukan berarti kita lemah dan tak dapat membela diri sendiri serta orang lain, maka saya bermimpi untuk mengikuti kegiatan karate. Mimpi itu tercapai, saya mengikutinya di masa SMP hingga akhirnya pengangkatan atau penaikan sabuk yang diadakan antar sekolah satu kabupaten dan saat itu juga saya menyandang sabuk hijau. Karena dalam hidup ini saya tanamkan prinsip jika kita ada kemauan pasti ada jalan. Niatkan semua yang kita impikan dan berusaha lah pasti ada jalan untuk kita. Di masa SMA saya dan ibu meninggalkan kerjaan mulung dan kami membuka pekerjaan baru yaitu berjualan . setiap hari saya membawa berbagai makanan untuk dijual ke kawan-kawan sekolah sedangkan ibu berjualan sarapan pagi. Di masa SMA inilah saya mulai merajut cita-cita saya. Menjadi seorang direktur BUMN dan di samping itu menjadi seorang pengusaha. Jika dilihat dari keadaan keluarga saya memang tidak mungkin seorang gadis pemulung dan seorang penjual makanan jadi seorang direktur dan pengusaha. Namun saya menutup rapat-rapat tirai masa lalu itu, saya harus tetap berusaha seperti pepatah mengatakan “ MAN JADDA WAJADA “ siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapat. Program studi ilmu sosial adalah pilihan yang saya ambil ketika saya SMA. Di masa SMA ini pula saya mulai memupuk rasa cinta saya terhadap membaca. Banyak sekali buku yang disediakan oleh perpustakaan sekolah yang dapat mendatangkan ilmu. Karena buku adalah jendela ilmu dengan membaca kita mengetahui perkembangan dunia. Semua kerja keras saya ini saya lakukan dengan sungguh-sungguh demi mencapai impian saya yang selanjutnya yaitu melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Dalam keadaan ini saya ingin sekali merasakan suasana kuliah, tapi saya berpikir apa saya bisa? Sedangkan keadaan keluarga saya seperti ini. Jangankan untuk kuliah, untuk biaya SMA saja saya dan ibu harus kerja keras dengan dibantu berbagai jenis bantuan dari sekolah. Namun kata putus asa tidak ada pada diri saya , saya harus tetap bersungguh-sunguh dan terus bersabar. Kaerna menurut buku yang pernah saya baca mengatakan “MAN SHABARA ZHAFIRA” siapa yang sabar pasti akan beruntung. Saya bersabar menjalani hidup ini karna saya yakin bahwa nantinya saya akan memetik buah keberuntungan. Dengan kerja keras saya di SMA saya pernah mengikuti Olimpiade Geografi tingkat kabupaten meskipun hasilnya tak menyandang juara. Cerita dan berita mengenai perguruan tinggi sedang ramai diperbincangkan di sekolah. Sampai akhirnya ada berita mengenai beasiswa BIDIKMISI. Senang mendengarnya karena dengan beasiswa ini mungkin saya akan bisa melanjutkan kuliah. Dan akhirnya saya mencoba untuk mengambil beasiswa itu. Hari terus berlalu sampai pada akhirnya dengan mengucapkan rasa syukur dan terimakasi kepada Tuhan, pada waktu pengumuman dengan rasa tak percaya tapi inilah nyatanya, ternyata saya diterima di USU dengan program studi EKONOMI PEMBANGUNAN. Ibu dan 2 saudara saya sangat bangga, namun di sisi lain banyak pula orang yang mengatakan ini dan itu , salah satu perkataan mereka yang tak pernah saya lupakan yaitu “Apa bisa anak tukang jualan sarapan, cuma ibunya yang bekerja cari uang mau kuliah ke USU di kota Medan?“ Namun saya dan ibu tidak ada mengambil sedikit pun respon dari perkataan mereka. Begitulah orang ketika kita senang ada orang yang sedih karna tidak senang dengan kesenangan kita. Aristoteles pernah berkata “Ketika kamu berhasil teman-temanmu akhirnya tahu siapa kamu, ketika kamu gagal kamu akhirnya tahu siapa teman-temanmu”. Gerbang kesuksesan yang telah terbuka sedikit demi sedikit bisa saja akan tertutup jika saya lalai dan menghiraukannya. Akan saya jalani hidup ini dan terus membuka lebar gerbang itu agar saya masuk pada ruang kesuksesan itu, biar orang berkata apa pun itu yang penting akan saya buktikan kepada mereka bahwa saya bisa. Saya pergi untuk kembali, pergi kota Medan dan kembali dengan membawa mimpi dan cita-cita yang sudah saya dapatkan. Mimpi yang besar akan membuat saya bersungguh-sungguh, meskipun hidup yang dilewati banyak keterbatasan. Ada cahaya terang yang menghiasi jalan kita menuju semua impian itu. Mimpi dan harapan yang besar akan menjadi motivasi kita untuk tetap tegar, tataplah masa depan mu yang cerah yang telah lama menunggu kedatangan mu. masa depan yang cerah tidak akan pergi, jika kita memiliki tekad yang kuat untuk datang menggapainya.
MERAJUT IMPIAN, MENEPIS RINTANGAN, MENGGAPAI CITA-CITA, DAN MENGABDI UNTUK BANGSA Oleh Juliani* “Ilmu bagaikan api yang harus dinyalakan bukan bejana yang menunggu untuk diisi” Istilah tersebut sering kita dengar dalam kehidupan kita, Setiap dari kita pasti mempunyai impian, cita-cita dan harapan. Harapan yang tersembunyi dari relung hati dan jiwa kita akan menimbulkan dorongan untuk melakukan sesuatu perubahan. Ketika saya masih kecil dulu saya juga mempunyai impian bahwa ketika dewasa kelak saya harus menjadi orang yang bermanfaat, berhasil dan dapat meraih apa yang saya cita-cita kan. Saya ingin berhasil dan sukses, bisa mandiri, membahagiakan kedua orang tua, adik-adik saya dan keluarga saya yang lainnya, dan juga bisa membantu orang lain. Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa meraih cita-cita saya. Saya ingin memperlihatkan kepada orang tua saya, sahabat, dan orang lain bahwa sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat di tengah- tengah keterbatasan hidup kita. Sejak kecil saya terbilang memiliki prestasi yang baik, mulai dari sekolah dasar SD, SMP, dan SMA hingga perguruan tinggi sekarang. Walaupun, prestasi yang saya raih hanya di dalam sekolah saja, seperti saya selalu mendapatkan rangking 5 besar setiap tahunnya dari kelas. Saya adalah orang yang biasa saja di bidang akademik dan tidak ada yang dibanggakan dari saya tapi disisi lain saya adalah seseorang yang mempunyai banyak impian seperti orang-orang sukses sekarang. Perjalanan hidup saya mulai berubah ketika saya menginjak SMA/SMK. Ketika itu saya masuk SMK Negeri I Panyabungan, sekolah ini mempunyai 4 kompetensi keahlian yaitu Administrasi perkantoran, Pemasaran, Akuntansi, dan Teknologi komputer dan jaringan TKJ. Pada waktu itu jurusan yang saya pilih adalah Akuntansi, saya memilih sekolah tersebut karena saya tidak berkeinginan lagi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti saat sekarang disebut dengan kuliah, karena sebagian orang banyak yang bilang apabila kita tamat dari sekolah SMK kita bisa langsung melamar pekerjaan tanpa harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi alias siap kerja. Padahal, di lubuk hati saya yang paling dalam saya ingin kuliah, meraih cita-cita saya dan saya ingin bekerja disalah satu instansi pemerintahan/ kantoran kalau bisa lebih tinggi lagi menjadi Dosen. Tapi melihat kondisi orang tua dan adik-adik saya yang masih ingin menempuh pendidikan - saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara dalam keluarga - akhirnya saya mengurungkan niat tersebut. Seiring berjalannya waktu, di sekolah inilah saya mulai bermimpi dan bercita-cita. Saya melihat guru-guru saya dimana setiap paginya berpakaian rapi, cantik dan terlintas di pikiran saya “Kapan saya bisa seperti mereka?”, karena cita-cita saya ingin bekerja di salah satu instansi pemerintahan dan ingin berpakaian rapi seperti mereka dan pastinya untuk meraih profesi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus butuh kerja keras dan usaha yang kuat. Di SMK Negeri I Panyabungan saya mendapatkan teman-teman yang begitu beragam yang berasal dari daerah yang berbeda-beda bahkan yang satu daerah pun sama kita tidak saya jumpai di kelas. Saya memiliki guru yang juga selalu memberikan motivasi dan inspirasi untuk menatap ke depan. Guru saya selalu mengatakan bahwa “jika ada kemauan pasti ada jalan”. Saya mempercayai hal itu bahwa suatu saat saya akan melakukan sesuatu yang baru. Di sekolah itu, saya mulai bergaul dengan teman-teman jurusan yang lain dan sering mendengar pengalaman mereka yang ingin melanjutkan studinya di universitas yang terkenal di Indonesia karena mereka mempunyai orangtua yang bekerja dan bertugas. Selain itu juga karena ayah mereka ada yang menjadi pengusaha. Teman saya selalu bercerita tentang bagaimana kuliah di Universitas yang terkenal dan sehingga banyak orang peminatnya untuk kuliah disitu. Dari cerita mereka tersebut telah memotivasi saya ingin melihat bagaimana kehidupan di luar sana. Saya bermimpi bahwa suatu saat saya juga bisa seperti teman-teman saya untuk kuliah disalah satu kampus yang terkenal. Sejak masuk SMA/SMK, saya mulai rajin dan lebih giat lagi belajar karena saya bercita-cita ingin kuliah/masuk USU Universitas Sumatera Utara yang merupakan kampus terbesar di wilayah Sumatera Utara, menurut informasi yang saya dengar dari kakak kelas bahwa setiap tahunnya ada beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada orang yang memiliki tingkat berpenghasilan rendah dan diberikan kesempatan untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Hmm, karena saya merasa orang yang cukup pintar dan berpretasi di sekolah, saya mencoba program beasiswa tersebut. Saya ingin bahwa orang seperti saya yang mempunyai tingkat penghasilan rendah bisa berbuat sesuatu dan tidak hanya orang yang memiliki ekonomi golongan atas saja yang bisa mencapainya. USU adalah salah satu Universitas kebanggaan bagi setiap orang begitu juga dengan Universitas lainnya seperti UI, UGM, IPB, ITB dan lainnya yang cukup terkenal di Indonesia. Sebagai orang Sumatera saya sangat bangga apabila bisa diterima di USU karena Universitas ini sudah terkenal di mana-mana dan juga merupakan salah satu Universitas terbesar di wilayah Sumatera. Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikannya kepada saya. Impian saya menjadi kenyataan bahwa pada akhirnya saya bisa diterima di USU melalui tes SMBPTN melalui program beasisiswa yaitu BIDIKIMISI. Saya sangat bersyukur atas hal tersebut karena beasiswa yang saya dapatkan menjamin masa study kita sampai selesai. Tetapi perjuangan belum selesai perjalanan masih panjang buat saya untuk menggapai impian-impian yang masih terpendam. Saya ingin bisa memberikan yang terbaik karena saya sudah diterima di USU. Saya bisa diterima di USU juga karena doa orang tua yang telah mengorbankan segalanya demi langkah anaknya dalam meniti pendidikan yang lebih baik. Apa yang mereka inginkan hanyalah kehidupan kita sebagai anaknya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, masuk ke USU adalah bakti saya kepada orang tua yang telah membesarkan saya sampai sekarang ini. Jadi, janganlah kita mengatakan sesuatu yang tidak mungkin yang kita dapat dan pada akhirnya kita mendapatkannya, semangatlah untuk hidup, raihlah cita-citamu dan bermimpilah setinggi bintang dilangit. Oleh karena itu tetaplah berharap, karena seorang muslim tidak akan pernah berhenti mengharap. Dalam setiap amal ibadahnya, ia selalu mengharapkan kasih sayang dan rahmat Tuhannya. Dalam setiap gerak kehidupannya,ia selalu menancapkan tujuan dan cita-cita untuk kebaikan dan kehidupannya. Dan jika harapan pernah terputus, maka sambunglah kembali. Bukankah simpul sambungan akan menjadikan tali semakin kuat? Hidup adalah indah bila kita dapat menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun kita, apapun yang dihadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat anda mengambil pilihan ini dunia di sekeliling pun akan menjadi lebih baik. Semua berawal dari Impian dan indah pada waktunya hiduplah dengan mempunyai impian dan harapan bukan hidup dalam mimpi”. Singkat cerita, selama saya kuliah di USU saya mencoba untuk belajar lebih giat lagi. Sehari-hari saya banyak melakukan kegiatan di Perpustakaan. Di USU, saya ditempa bagaikan air yang mengalir yang tiada henti-hentinya karena USU memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk menggali bakat dan potensi diri saya. Berbagai fasilitas disediakan antara lain ruang akademik terbuka begitu luas dan berbagai kegiatan seminar, diskusi, dan simposium nasional gratis sering dilaksanakan. Saya merasa mendapatkan banyak pelajaran, inspirasi, dan ilmu baru ketika mengikuti acara seminar maupun simposium nasional yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional, praktisi dan ilmuwan dari luar ruang lingkup USU. USU-lah yang membentuk karakter dan jati diri saya yang selama ini saya tidak tau apa-apa dan banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama menjadi mahasiswa USU. Bekal inilah yang membuat saya mampu untuk bisa menepaki setiap jalan- jalan kehidupan akademik. Semua itu dapat berangkat dari visi dan misi kita yang murni dan tulus untuk membangun harapan dan masa depan yang indah. Kesempatan ini adalah suatu yang luar biasa bagi saya karena saya hanya berasal dari keluarga yang tidak mampu dan pada akhirnya bisa kuliah dikampus yang cukup terkenal di Indonesia. Saya terharu dan bersyukur karena saya adalah orang tidak mampu dari segi ekonomi tetapi dengan kesempatan yang diberikan sang pencipta kepada saya mudah-mudahan saya bisa melaksanakanya lebih baik lagi dan dapat mengemban tugas bangsa nantinya setelah saya sudah menyelesaikan studi saya dan juga bisa melakukan sesuatu dan berbuat untuk bangsanya. Amin. Saya bisa karena saya bisa bermimpi dan bercita-cita. Impian yang menggerakkan saya untuk bertindak dan berbuat. Saya dapat mengubah cara hidup dan pikiran saya karena saya memiliki impian. Meskipun kita memiliki keterbatasan dan kekurangan tetapi akan ada sercerah harapan. Pelita yang akan menerangi setiap jalan-jalan saya karena ada harapan yang ingin saya raih. Impian adalah semangatku untuk berbuat sesuatu. Teman saya pernah mengatakan kepada saya, “Jangan pernah berhenti melangkah pada hari ini karena jika kamu berhenti melangkah pada hari ini kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok”. Saya juga tidak berhenti untuk bermimpi karena dengan bermimpi saya masih punya keyakinan dan harapan untuk menatap hari esok dengan kebahagiaan dan kemenangan. Saya ingin menatap seperti anak kecil yang menatap masa depannya dengan kejujuran dan ketulusan. Saya ingin menatap masa depan bangsa saya menjadi bangsa yang luar biasa karena generasi mudanya juga luar biasa untuk mengabdi. Ada banyak orang berprestasi tetapi sedikit sekali yang mau mengabdi dan menjadi sukarelawan bagi bangsa dan negaranya. Saya datang untuk berbakti pada bangsa dan negara. Pelita itu tidak akan pernah padam selama generasi muda bangsa memiliki harapan, impian, dan cita-cita untuk membangun negeri. Oleh karena itu keyakinan dan semangat pantang menyerah dapat mengatasi rintangan dan keterbatasan yang ada. Bagi saya impian dan harapan adalah awal dari kehidupan untuk menggapai cita-cita bagai bintang yang ingin diraih meskipun itu terasa sulit tetapi proses adalah suatu anugerah yang akan membentuk saya menjadi orang yang ingin terus berjuang. Kini, apa yang saya rasakan bahwa menggapai impian dan harapan bukanlah hal yang mustahil lagi. USU-lah pelita jalan saya yang menuntun saya ke jalan yang harus saya lalui meskipun jalan itu terjal, sempit, dan berduri namun dengan segenap keterbatasan saya, saya yakin bahwa saya bisa melaluinya.
Terakhir diperbarui31 Oktober 2022 Cerita bergambar memang akan terlihat lebih menarik bagi anak-anak. Namun jangan salah, orang dewasa pun juga bisa menikmati novel grafis dengan tambahan jalan cerita yang unik dan gambar yang bisa menggugah emosi. Tertarik membaca novel terbaik dengan gambar keren? Berikut 16 novel cerita bergambar dengan penuh ilustrasi menarik yang bisa kamu baca. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Marchella FP Foto Awan, nama yang dipilih sang ibu dengan harapan agar bisa menjaga dan menghibur bumi serta isinya. Namun bagi Awan, jadi bohlam saja sudah cukup untuk menerangi dan memberi kehangatan dalam sebuah ruang yang kecil. Dalam cerita bergambar ini, Awan menulis surat untuk masa depan yang ditujukan untuk anaknya. Surat ini berisi tentang memori, gagal, tumbuh, patah, bangun, hilang, menunggu, bertahan, berubah, dan semua ketakutan manusia pada umumnya. The Complete Persepolis Marjane Satrapi Foto Marjane yang masih remaja, diminta orang tuanya untuk meninggalkan Iran untuk melanjutkan pendidikannya. Austria pun menjadi negara yang dipilih karena menggunakan bahasa Prancis yang sedikit banyak diketahui olehnya. Namun siapa sangka bahwa di sana ia melihat hal-hal baru yang mengubah hidupnya. Mulai dari melihat orang lain berhubungan badan, hingga menjadi pengedar ganja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. The Stories of Choo Choo You’re Not As Alone As You Think Citra Marina Foto Kamu suka pergi ke bioskop sendirian? Atau menghabiskan akhir pekan di rumah? Tenang, kamu tidak sendiri, karena ada orang lain yang juga melakukan hal tersebut. Cerita bergambar larya perdana milik Citra Marina ini akan mengajak pembaca untuk berpikir bahwa bukan menjadi sebuah masalah ketika seseorang merasa dirinya berbeda dengan kebanyakan orang. Ilustrasi Choo Choo sendiri digambar oleh penulis di sela-sela perjalanannya ketika menaiki commuter line. French Milk Lucy Knisley Foto Jika diberi kesempatan untuk menghabiskan satu bulan untuk tinggal di Prancis, apa yang akan kamu lakukan? Seorang perempuan bernama Lucy justru menghabiskan waktunya untuk belajar menjadi dewasa. Sementara sang ibu memilih untuk menyesuaikan diri dengan usianya yang menginjak 50 tahun. Dalam buku cerita bergambar ini, pembaca akan menyaksikan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Adulthood Is a Myth Sarah Andersen Foto Bacaan singkat yang menghibur ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, seperti menghabiskan akhir pekan dengan berselancar seharian di internet misalnya. Meski mengangkat hal yang sering kita alami, namun Sarah bisa mengolahnya dengan sempurna hingga membuat kamu tertawa heboh ketika membaca setiap halaman cerita bergambar ini. When I Was a Kid Boey Foto Salah satu ingatan Boey yang tertuang dalam cerita bergambar ini adalah ketika sang ayah membantunya untuk membuat batang korek api. Tidak hanya itu, Boey juga menggambarkan tentang ketegangan yang dirasakannya ketika tinggal di perbatasan antara Malaysia dan Singapura. Setelah membaca novel cerita bergambar ini, dijamin akan membuat pembaca untuk lebih berani dalam meraih mimpinya. Chicken Soup For The Soul Kim Dong Hwa Foto Chicken Soup For The Soul terdiri dari 3 buku berbeda dengan judul Hadiah Terindah, Pelajaran Berharga, dan Perjalanan Ajaib. Mulai dari cerita seorang ayah yang menyayangi anak perempuannya, hingga seorang ilmuwan yang sukses. Dengan sentuhan ilustrasi yang menarik, novel ini juga dapat mengajari kita untuk mulai mencintai diri sendiri. Age of Bronze Eric Shanower Foto Novel grafis yang satu ini berhasil membuat Shanower memenangkan Will Eisner Comics Industry Award untuk kategori Penulis/Artis terbaik pada 2001. Pasalnya, dalam bagian pertama dari serial Perang Troya ini, Shanower meneliti dengan detail mulai dari legenda kuno hingga romansa abad pertengahan. Watchmen Alan Moore Foto Fiksi ilmiah ini menampilan karakter superhero yang muncul pada tahun 1940-an dan 1960-an. Kehadiran mereka dapat mengubah sejarah yang selama belum pernah terungkap. Setelah sukses secara komersial, Wathcmen pun masuk dalam List of the 100 Best Novel versi majalah Time sebagai salah satu novel berbahasa Inggris terbaik yang diterbitkan sejak tahun 1923. The Complete Maus Art Spiegelman Foto Cerita bergambar ini menyajikan kisah lengkap Vladek Spiegelman dan istrinya yang bertahan hidup pada zaman Hitler. Dengan apik, penulis menggambarkan bagaimana para penduduk ketakutan, diliputi rasa bersalah, dan harus memikirkan cara agar anak-anaknya bisa selamat dari krisis perang yang melanda dunia. American Born Chinese Gene Luen Yang Foto Novel ini menceritakan kisah Jin, Danny, dan Raja Monyet secara bergantian dalam 233 halaman. Satu keinginan Jin hanyalah bisa menyesuaikan diri, karena ia hampir tidak memiliki teman setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan satu-satunya siswa Tionghoa di Juga Sementara Danny, ia harus pindah ke sekolah baru setiap tahunnya. Dan kisah Raja Monyet, meski ia dipuja oleh rakyatnya, namun ternyata ia tidak ingin menjadi monyet. A Meal Makes Her Forget Jun Abe Foto Demi menghilangkan rasa galau dan kecewa yang ia rasakan setelah ditinggalkan oleh tunangannya, Sachiko pun berburu makanan enak. Makanan yang ditampilkan dalam cerita bergambar ini tentunya mengangkat masakan tradisional Jepang dan Asia. Petualangan kuliner ini juga disajikan dengan humor yang dapat membuatmu tergelak ketika membacanya. Happines Is Homemade Puty Puar Foto Novel ini berisi 150 halaman dengan tambahan gambar dan kalimat singkat yang dapat memotivasi hidup. Menurut Puty, kebahagiaan itu tidak sulit untuk ditemukan, dan bisa didapatkan dari lingkungan sekitar. Seperti menemukan kursi kosong ketika menaiki kendaraan umum misalnya. Things & Thoughts I Drew When I Was Bored Naela Ali Foto Bacaan ringan yang satu ini menghadirkan ilustrasi yang penuh dengan warna. Meski dilanda kebosanan, penulis tetap bisa menyajikan karya yang luar biasa. Dengan menyajikan gambar perempuan yang ditambah dengan kalimat-kalimat motivasi, buku ini dapat membuat harimu menjadi lebih baik. Pasalnya, Naela Ali membeberkan beberapa tulisan yang akrab dengan generasi muda yang sedang mengalami quarter life crisis. Daily Dose of Shine A. Fuadi Foto Beberapa kutipan bijak dengan nuansa Islami ini dituliskan oleh A. Fuadi dengan sengaja untuk memengaruhi emosi dan memotivasimu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Cerita bergambar dengan ilustrasi yang manis ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri dalam buku ini. Belum lagi fakta bahwa novel ini sangat berbeda dengan karya A. Fuadi sebelumnya, yakni Trilogi 5 Menara. Gadis Daun Jeruk Rinda Maria Gempita Foto Sewaktu kecil pasti kamu akrab dengan kalimat bahwa biji buah yang tertelan akan tumbuh di dalam tubuh kita, dan hal ini juga dialami oleh anak perempuan dalam buku Gadis Daun Jeruk. Ia semakin rajin menelan bijinya dengan berharap bisa mengetahui tanaman apa yang akan tumbuh. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai melupakan tanaman impiannya tersebut. Dengan desain yang menggemaskan, dan didominasi oleh warna hitam dan oranye, tentunya membuat cerita bergambar ini terlihat menarik untuk dibaca.
Apakah Anda mencari gambar tentang Cerita Bergambar Menggapai Cita Cita? Terdapat 47 Koleksi Gambar berkaitan dengan Cerita Bergambar Menggapai Cita Cita, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.
cerita bergambar menggapai cita cita